Tabligh 1 Muharram 1440H Gresik:  Apapun yang Dilakukan oleh Orang-orang Kafir untuk Menghadang Tegaknya Syariah dan Khilafah di Muka Bumi ini Pasti Gagal

0
177

Gresik – Hijrahnya Rasulullah dari Mekkah ke Madinah menjadi momen penting kebangkitan Islam. Hijrah yang terjadi pada bulan Muharram 1440 tahun yang lalu itu, menjadi topik bahasan peringatan tahun baru Islam 1440H, yang disampaikan oleh para ulama dan cendekiawan Muslim di Gresik.

“Rasul hanya menyampaikan Kalimat Tauhid, yang mengajak manusia menyembah Allah SWT sebagai penciptanya. Tapi sekarang sungguh miris, orang yang membawa Kalimat Tauhid, malah dipersekusi, diintimidasi, dilarang dakwahnya”, papar KH. Drs. Sumarno mengawali Tabligh Akbar yang dilaksanakan pada Selasa, 11 September 2018 di Kecamatan Wringanom, Kabupaten Gresik.

KH. Drs. Abdul Wahab, dalam tausiyahnya mengingatkan bahwa manusia adalah hamba Allah, yang diciptakan untuk beribadah kepada Allah, harus tunduk mengikuti apa yg telah diperintahkan Allah.

“Manusia telah diberikan nikmat yang banyak, secara gratis, mereka hanya diminta untuk beribadah, jika membangkang, maka manusia kufur nikmat”, papar Kyai Abdul Wahab di hadapan sekitar 500 jamaah bapak dan ibu yang memenuhi masjid hingga meluber di halaman.

Sementara Kyai Fatkhurrahman, S.Ag dari Forum Komunikasi Aswaja Gresik, memaknai hijrah dengan bercerita tentang peristiwa yang dialami oleh Rasul.

“Hijrahnya Rasul penuh dengan tantangan, ancaman, bahkan mau dibunuh. Orang kafir Quraisy membuat makar untuk menghentikan dakwah Rasul, mereka bermusyawarah dengan cara apa dakwah Rasul bisa berhenti, apa dibunuh, diusir atau dipenjarakan. Namun Allah sebaik-baik pembuat makar, Rasulullah diselamatkan Allah”, papar Kyai Fatkhur mengawali ceritanya.

Lanjut Kyai Fathurrahman, “Rasul hanya menyampaikan Kalimat Tauhid, tapi karena bertentangan dengan pemahaman kafir Quraisy, mengancam eksistensi para penguasa Qurays, maka harus dihabisi”.

Sementara Ustad Drs. Muhammad Haris, M.Pd dari Majlis Taklim Matahati, memaknai peristiwa hijrah merupakan ujian yang dihadapi oleh orang-orang yang berdakwah. Rasul Muhammad saw juga mengalaminya.

“Rasulullah Saw dalam mendakwahkan risalah Allah juga mengalami ujian, dihalangi, dicegah, dicemooh, dibilang orang gila, dilempari kotoran, tapi itu semua tidak menghentikan dakwahnya”, ungkap Ustad Haris.

Lanjut beliau, saat ini para pengemban risalah Rasul itu juga mengalami hal yg sama, dipersekusi, dikriminalisasi, diancam, padahal mereka hanya menyampaikan dakwah Islam, maka harus sabar, tetap istiqomah, Insya Allah kemenangan pasti datang.

Beliau menegaskan, “Apapun upaya yang dilakukan oleh orang-orang kafir untuk menghadang tegakkan syariah dan khilafah di muka bumi ini pasti gagal, karena khilafah janji Allah dan kabar gembira dari Rasulullah”, yang diaminkan oleh peserta.

Sebagai perwakilan cendekiawan Muslim dalam memaknai hijrah, Dr. Hafid Widodo, M.Pd, menyampaikan, “Hijrahnya Rasulullah dari Mekkah ke Madinah dalam kondisi kritis, maka setelah masa kritis, akan menuju masa kemenangan, kejayaan”.

Namun, lanjut beliau, ada syarat untuk menuju kejayaan, yaitu perlunya membangun kesadaran umat akan pentingnya menerapkan syariah dalam bingkai khilafah sebagai solusi untuk membangkitkan umat Islam yang terpuruk.

Sebagai perwakilan ulama, KH. Drs. Iffin Masyrukhan, M.Pd.I, dari Majlis Taklim Tafaqquh Fiddin, menjelaskan makna hijrah. Menurutnya, secara bahasa hijrah berarti berpindah dari satu keadaan menuju ke keadaan yang lebih baik.

Namun secara syariah, hijrah bermakna berpindah dari suatu tempat (negeri) yang tidak diatur dengan syariah Allah menuju ke negeri yang diatur syariah Allah, sebagaimana dicontohkan oleh Rasul.

Kyai Iffin lebih lanjut, menggambarkan kondisi masyarakat kita saat ini seperti masa Rasulullah di Makkah. Dakwah dihalang-halangi, diancam bahkan mau dibunuh. Kondisi inilah yang menyebabkan Rasul hijrah ke Madinah, di sana beliau bisa hidup dengan risalah Allah tersebut baik dalam bidang ibadah, muamalah maupun bernegara.

Kyai Iffin menjelaskan, untuk merubah masyarakat memang sulit, lebih sulit dari pada memindahkan gunung, ungkapnya sambil mengutip hadis.

Namun bukan berarti tidak bisa, hanya dibutuhkan kemauan yang kuat sebagai mana dicontohkan oleh Rasul.

Oleh karena itu jika kita ingin merubah masyarakat harus mengikuti cara yang telah diajarkan oleh Rasulullah.

Rasulullah SAW telah merubah pemikiran masyarakat melalui dakwah fikriyah. Merubah pemikiran orang-orang yang tidak Islami, menjadi berpikir Islami melalui jalan dakwah, tidak menggunakan kekerasan.

“Dengan cara seperti itu Rasul berhasil merubah masyarakat Madinah yang tidak Islami menjadi masyarakat yang diatur dengan aturan Allah”, pungkas Kyai Iffin (hs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here